Ir. Soekarno merupakan salah seorang deklarator bangsa ini yang dikenal dengan narasi/orasi dan kharisma beliau yang mampu membangkitkan para pejuang dan berbagai lintas generasi bangsa ini. sehingga tidak salah jika beliau disebut seorang narator ulung terbaik. Berbeda halnya dengan Prof. Dr. Muhammad Hatta yang juga merupakan salah seorang ilmuan, pendidik, konseptor dan seorang deklarator bangsa ini, dengan latar belakang konsep seorang ekonom yang khas melekat dalam dirinya. Ir. Soekarno dan Prof. Dr. muhammad Hatta mereka berdua kita kenal dengan “konsep dwitunggal” yang sangat berjasa meletakan dasar perjuangan dan arah politik bangsa ini. Namun dwitunggal ini tidak berjalan lama, karna ditahun 1956 (11 tahun indonesia merdeka) hatta mengundurkan diri dengan perbedaan pandangan yang sudah lumrah terjadi (yang kontroversi menjadi sejarah kelam negeri ini). Kita tidak bisa urai dan tidak sedang mengkaji siapa yang benar dan kenapa mereka berpisah. Namu...
Oleh: AznilM Adat basandi syarak, syarak basandi khitabulah (Adat Bersendi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah), merupakan kerangka filosofis orang Minangkabau yang menjadikan islam sebagai landasan utama dalam kehidupan sosial dan kelembagaan masyarakat minangkabau selama ini. Namun nilai-nilai dan filosofi itu sendiri sudah mulai tergerus dan terkiris oleh sebagian oknum pemuka adat/pemerintahan yang tidak menjadikan lagi "surau (mesjid)" sebagai lembaga tertinggi dalam mempertahankan peradaban minang dan islam dimasa yang akan datang. Banyak kita temukan masjid yang kosong (kecuali Jum'at) di daerah tertentu, bahkan azan pun tidak ada. dan juga banyak kita temukan oknum pemuka adat/pemerintahan, serta generasi muda yang tidak menunjukan karakter positif dan jauh dari syariat agama. Miris memang..! Mereka berbicara adat hanya dalam tatanan "bajenjang naiak, batanggo turun" (dalam sebuah organisasi yg sifatnya struktural atau hanya cara adat/perkawi...